Guru MAN 3 PK Kota Makassar Mirwan Sudarmawan Rifai ikut Lomba Karya Tulis Ilmiah MTQ XXXIV Sulsel
Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV Sulsel 2026, Mirwan Sudarmawan mengangkat tema pelestarian lingkungan dengan fokus pada pemanfaatan energi pada lomba Karya Tulis Ilmiah Alquran (KTIQ)
HumasM3M - Gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2026 yang berlangsung di Kabupaten Maros semakin kompetitif. Sebanyak 18 peserta dinyatakan lolos babak penyisihan pada cabang lomba Karya Tulis Ilmiah Alquran (KTIQ) dan kini tengah bersaing ketat menuangkan gagasan ilmiah mereka.
Suasana di lokasi lomba tampak hening dan khidmat. Para peserta terlihat fokus mengetik di laptop masing-masing, dikelilingi tumpukan buku referensi yang tersusun rapi sebagai rujukan utama. Dewan juri pun memantau secara seksama setiap proses pengerjaan untuk memastikan orisinalitas dan kedalaman pokok pikiran yang dituangkan ke dalam karya tulis tersebut.
Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, menyempatkan diri hadir langsung memantau jalannya babak penyisihan ini. Kehadirannya memberikan motivasi tambahan bagi para peserta yang datang dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
Salah satu peserta perwakilan dari Luwu Timur yang juga merupakan Pembina di MAN PK MAN 3 Kota Makassar, Mirwan Sudarmawan Rifai, menarik perhatian dengan mengangkat tema pelestarian lingkungan yang berfokus pada pemanfaatan energi.
“Babak penyisihan ini menetapkan tema besar pelestarian lingkungan. Gagasan yang kami usung adalah pemanfaatan energi dengan batasan atau ambang batas tertentu sesuai perspektif Alquran,” ujar alumnus S1 Al-Azhar Kairo dan S2 UIN Alauddin tersebut.
Ia menjelaskan bahwa pilihan tema ini didasari oleh krisis energi global yang tengah terjadi. Menurutnya, Alquran telah memberikan isyarat mengenai berbagai sumber energi seperti air, matahari, angin, hingga bioenergi. Untuk memperkuat narasinya, Mirwan mengaku telah melakukan persiapan matang, mulai dari membedah kitab-kitab klasik hingga mengkaji jurnal ilmiah terkini dan isu geopolitik global.
Tak kalah menarik, peserta asal Kabupaten Takalar, Bayu Andika Mulawarman, juga menaruh perhatian pada isu lingkungan. Pemuda berusia 20 tahun ini memfokuskan tulisannya pada persoalan sampah plastik yang kian mengkhawatirkan.
“Judul yang saya angkat adalah solusi Alquran terhadap krisis sampah plastik di Indonesia,” ungkapnya.
Bayu menilai isu sampah plastik bukan sekadar masalah lingkungan, melainkan sudah menjadi perhatian global yang berdampak sistemik pada berbagai sektor, termasuk ekonomi. Melalui karyanya, ia mencoba menawarkan solusi transformatif yang digali dari nilai-nilai universal Alquran untuk menjawab tantangan zaman di era Society 5.0 ini.
#KitaMulaiCaraBaru #CaraBaruKemenag #Kemenagberdampak
Suasana di lokasi lomba tampak hening dan khidmat. Para peserta terlihat fokus mengetik di laptop masing-masing, dikelilingi tumpukan buku referensi yang tersusun rapi sebagai rujukan utama. Dewan juri pun memantau secara seksama setiap proses pengerjaan untuk memastikan orisinalitas dan kedalaman pokok pikiran yang dituangkan ke dalam karya tulis tersebut.
Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, menyempatkan diri hadir langsung memantau jalannya babak penyisihan ini. Kehadirannya memberikan motivasi tambahan bagi para peserta yang datang dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
Salah satu peserta perwakilan dari Luwu Timur yang juga merupakan Pembina di MAN PK MAN 3 Kota Makassar, Mirwan Sudarmawan Rifai, menarik perhatian dengan mengangkat tema pelestarian lingkungan yang berfokus pada pemanfaatan energi.
“Babak penyisihan ini menetapkan tema besar pelestarian lingkungan. Gagasan yang kami usung adalah pemanfaatan energi dengan batasan atau ambang batas tertentu sesuai perspektif Alquran,” ujar alumnus S1 Al-Azhar Kairo dan S2 UIN Alauddin tersebut.
Ia menjelaskan bahwa pilihan tema ini didasari oleh krisis energi global yang tengah terjadi. Menurutnya, Alquran telah memberikan isyarat mengenai berbagai sumber energi seperti air, matahari, angin, hingga bioenergi. Untuk memperkuat narasinya, Mirwan mengaku telah melakukan persiapan matang, mulai dari membedah kitab-kitab klasik hingga mengkaji jurnal ilmiah terkini dan isu geopolitik global.
Tak kalah menarik, peserta asal Kabupaten Takalar, Bayu Andika Mulawarman, juga menaruh perhatian pada isu lingkungan. Pemuda berusia 20 tahun ini memfokuskan tulisannya pada persoalan sampah plastik yang kian mengkhawatirkan.
“Judul yang saya angkat adalah solusi Alquran terhadap krisis sampah plastik di Indonesia,” ungkapnya.
Bayu menilai isu sampah plastik bukan sekadar masalah lingkungan, melainkan sudah menjadi perhatian global yang berdampak sistemik pada berbagai sektor, termasuk ekonomi. Melalui karyanya, ia mencoba menawarkan solusi transformatif yang digali dari nilai-nilai universal Alquran untuk menjawab tantangan zaman di era Society 5.0 ini.
#KitaMulaiCaraBaru #CaraBaruKemenag #Kemenagberdampak
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!