Hari Kedua Asesmen Sumatif Akhir Semester Genap 2026 Berfokus pada Praktik Olahraga dan Kerajinan Tangan
Pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Genap Tahun Ajaran 2025/2026 memasuki hari kedua dengan berbagai kegiatan ujian praktik yang diikuti oleh murid sesuai jadwal yang telah ditentukan.
HumasM3M - Pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Genap Tahun Ajaran 2025/2026 memasuki hari kedua dengan berbagai kegiatan ujian praktik yang diikuti oleh murid sesuai jadwal yang telah ditentukan. Setelah pada hari sebelumnya murid kelas XI menampilkan Festival Seni dan Budaya sebagai bagian dari asesmen praktik, pada hari kedua ini fokus kegiatan beralih pada praktik olahraga serta pembuatan kerajinan tangan.
Dalam pelaksanaannya, murid menunjukkan kemampuan dan keterampilan yang telah dipelajari selama satu semester. Pada ujian praktik olahraga, murid memperagakan berbagai teknik dan gerakan sesuai materi yang telah diajarkan. Sementara itu, pada ujian praktik kerajinan tangan, murid membuat karya secara langsung di hadapan guru mata pelajaran sebagai bentuk penilaian terhadap kreativitas, ketelitian, dan penguasaan keterampilan yang dimiliki.
Kegiatan asesmen berlangsung dengan tertib dan lancar. Seluruh guru mata pelajaran dengan sigap memberikan penilaian sekaligus mengawasi jalannya ujian praktik untuk memastikan setiap murid dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya secara objektif dan sesuai dengan kriteria penilaian yang telah ditetapkan. Kehadiran dan pendampingan para guru menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelaksanaan asesmen.
Salah satu Guru PJOK MAN 3, Muhammad Raihan Al-Biruni, menjelaskan bahwa salah satu materi yang dinilai adalah pencak silat sebagai bagian dari pembelajaran olahraga sekaligus pelestarian budaya bangsa. "Pembelajaran pencak silat dalam kurikulum PJOK bertujuan untuk mengenalkan warisan budaya bangsa sekaligus melatih kesiapan mental, disiplin, dan rasa percaya diri siswa melalui kombinasi gerak efektif dan efisien," ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, murid menunjukkan kemampuan dan keterampilan yang telah dipelajari selama satu semester. Pada ujian praktik olahraga, murid memperagakan berbagai teknik dan gerakan sesuai materi yang telah diajarkan. Sementara itu, pada ujian praktik kerajinan tangan, murid membuat karya secara langsung di hadapan guru mata pelajaran sebagai bentuk penilaian terhadap kreativitas, ketelitian, dan penguasaan keterampilan yang dimiliki.
Kegiatan asesmen berlangsung dengan tertib dan lancar. Seluruh guru mata pelajaran dengan sigap memberikan penilaian sekaligus mengawasi jalannya ujian praktik untuk memastikan setiap murid dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya secara objektif dan sesuai dengan kriteria penilaian yang telah ditetapkan. Kehadiran dan pendampingan para guru menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelaksanaan asesmen.
Salah satu Guru PJOK MAN 3, Muhammad Raihan Al-Biruni, menjelaskan bahwa salah satu materi yang dinilai adalah pencak silat sebagai bagian dari pembelajaran olahraga sekaligus pelestarian budaya bangsa. "Pembelajaran pencak silat dalam kurikulum PJOK bertujuan untuk mengenalkan warisan budaya bangsa sekaligus melatih kesiapan mental, disiplin, dan rasa percaya diri siswa melalui kombinasi gerak efektif dan efisien," ungkapnya.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!