Kegiatan 30 Mar 2026 142 views

Sajikan Kuliner Daerah, MAN 3 PK Kota Makassar Gelar Halalbihalal Bersama Kakan Kemenag Kota Makassar

MAN 3 PK Kota Makassar menyelenggarakan Halalbihalal di Aula Serba Guna yang dihadiri langsung oleh Kakan Kemenag Kota Makassar, H. Muhammad. Acara ini tampil unik dengan konsep jamuan mandiri, di mana setiap kelompok mata pelajaran menyajikan hidangan khas daerah masing-masing di belasan meja utama.

Sajikan Kuliner Daerah, MAN 3 PK Kota Makassar Gelar Halalbihalal Bersama Kakan Kemenag Kota Makassar
HumasM3M - Belasan meja panjang dengan aneka hidangan khas daerah berjajar rapi di Aula Serba Guna MAN 3 PK Kota Makassar, Senin, 30 Maret 2026. Pemandangan unik ini merupakan bagian dari perhelatan Halalbihalal yang diikuti oleh seluruh tenaga pendidik dan kependidikan madrasah pasca-libur Idulfitri 1447 H. Madrasah Hebat dengan Ukhuwah yang Kuat menjadi teman dalam kegiatan ini. Di bawah koordinasi Hj. Nurbaeti selaku Ketua Panitia, setiap kelompok mata pelajaran membawa makanan khas daerah masing-masing, mulai dari kudapan tradisional hingga hidangan berat yang menggugah selera. Konsep "wisata kuliner" ini memberikan warna tersendiri dalam mempererat silaturahmi antar-guru dan staf.

Kegiatan silaturahmi ini turut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, H. Muhammad. Beliau menyempatkan diri mengunjungi tiap meja dan mencicipi aneka hidangan yang disajikan oleh para pendidik.
"Kegiatan positif ini sangat luar biasa dan menjadi momen yang ditunggu-tunggu setelah menjalani ibadah puasa 30 hari. Saya berharap tradisi ini bisa terlaksana setiap tahun," harap H. Muhammad dalam sambutannya.

Kehadiran Kakan Kemenag Kota Makassar didampingi oleh Kasi Penmad, H. Suedi, serta Pengawas Bina Madrasah, H. Nurdin M. Acara dilanjutkan dengan sesi santap siang bersama, di mana seluruh warga madrasah berbaur dalam suasana kekeluargaan yang erat.

Suasana khidmat menyelimuti ruangan saat Ust. Syahrir Nuhun menyampaikan tausiyahnya. Beliau menekankan bahwa inti dari seluruh rangkaian ibadah yang telah dijalani bukan sekadar ritual fisik semata, melainkan sejauh mana kepekaan sosial kita terbangun terhadap penderitaan sesama di sekitar kita.

Mengambil hikmah dari kisah inspiratif Ali al-Muaffaq, Ust. Syahrir menguraikan bahwa kemanusiaan adalah esensi tertinggi dari ibadah. Beliau menjelaskan bahwa Allah SWT tidak hanya menilai ketundukan hamba melalui ritual di tanah suci, tetapi juga melalui kepedulian nyata yang ditunjukkan kepada mereka yang sedang kesulitan di depan mata.

"Keikhlasan itu mampu melampaui jarak," ujar Ust. Syahrir. Beliau mengisahkan bagaimana pengorbanan Ali al-Muaffaq dalam menyelamatkan nyawa tetangganya yang kelaparan—menggunakan harta yang ditabung selama 30 tahun—membuatnya meraih derajat haji mabrur meski tidak berangkat secara fisik ke Mekkah. Hal ini menjadi pengingat penting mengenai skala prioritas dalam Islam; bahwa menolong nyawa dan meringankan kelaparan harus didahulukan daripada ibadah sunnah yang sifatnya berulang.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!