Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Menyapa MAN 3 PK Kota Makassar
Sapa Madrasah bertajuk "Mengukir Prestasi, Memperkuat Pengabdian" di MAN 3 PK Kota Makassar menjadi momentum inspiratif bagi murid melalui arahan langsung Sekretaris Ditjen Pendis Kemenag RI, Prof. Dr. Muhammad Arskal Salim GP, M.Ag., yang didampingi Kabid Penmad Kemenag Sulsel, H. Wahyuddin Hakim
Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Menyapa MAN 3 PK Kota Makassar
HumasM3M - Di tengah gempuran arus informasi yang tak terbendung, madrasah dituntut menjadi benteng pertahanan mental bagi generasi muda. Pesan ini menjadi benang merah dalam kunjungan Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Muhammad Arskal Salim GP, dalam agenda "Sapa Madrasah: Mengukir Prestasi, Memperkuat Pengabdian" di Gedung Auditorium MAN 3 PK Kota Makassar.
Disambut dengan tarian selamat datang dari Kertas Seni MAN 3 dan pengalungan bunga, kehadiran M. Arskal Salim yang didampingi Kabid Penmad Kemenag Sulsel, H. Wahyuddin Hakim, membawa perspektif baru tentang bagaimana murid madrasah harus bersikap di era digital.
Waspada "Jeratan" Digital dan Radikalisme Dalam arahannya, M. Arskal memberikan penekanan khusus pada literasi digital. Beliau mengingatkan para murid agar tidak mudah terombang-ambing oleh berita bohong (hoax) yang mampu memicu provokasi.
"Jangan buang waktu kalian hanya untuk game yang tidak bermanfaat. Hati-hati, konten dalam permainan digital saat ini bahkan bisa disusupi paham radikalisme secara halus," tegasnya. Menurutnya, langkah paling ampuh adalah dengan melakukan deteksi dini yang melibatkan kolaborasi kuat antara lingkungan keluarga dan madrsah. "Keluarga dan madrasah adalah filter utama untuk mendeteksi perubahan perilaku sejak dini," tambahnya.
Sebagai putra daerah yang sukses meniti karier di Ibu Kota hingga mancanegara, M. Arskal mengajak siswa MAN 3 PK untuk berani bermimpi besar. Ia menekankan bahwa keberanian untuk keluar dari zona nyaman dan kemampuan membangun networking (jaringan) yang berkualitas adalah kunci untuk meraih beasiswa dan peluang global.
Menutup arahannya, M. Arskal Salim membahsas sedikit tentang "Kurikulum Berbasis Cinta". Ia percaya bahwa jika pendidikan dilandasi dengan Panca Cinta, maka transfer nilai-nilai kebaikan dan ilmu pengetahuan akan jauh lebih efektif dan mendalam bagi karakter murid.
Kegiatan ditutup dengan Foto bersama seluruh peserta.
Penulis / editor : Tim HumasM3M
HumasM3M - Di tengah gempuran arus informasi yang tak terbendung, madrasah dituntut menjadi benteng pertahanan mental bagi generasi muda. Pesan ini menjadi benang merah dalam kunjungan Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Muhammad Arskal Salim GP, dalam agenda "Sapa Madrasah: Mengukir Prestasi, Memperkuat Pengabdian" di Gedung Auditorium MAN 3 PK Kota Makassar.
Disambut dengan tarian selamat datang dari Kertas Seni MAN 3 dan pengalungan bunga, kehadiran M. Arskal Salim yang didampingi Kabid Penmad Kemenag Sulsel, H. Wahyuddin Hakim, membawa perspektif baru tentang bagaimana murid madrasah harus bersikap di era digital.
Waspada "Jeratan" Digital dan Radikalisme Dalam arahannya, M. Arskal memberikan penekanan khusus pada literasi digital. Beliau mengingatkan para murid agar tidak mudah terombang-ambing oleh berita bohong (hoax) yang mampu memicu provokasi.
"Jangan buang waktu kalian hanya untuk game yang tidak bermanfaat. Hati-hati, konten dalam permainan digital saat ini bahkan bisa disusupi paham radikalisme secara halus," tegasnya. Menurutnya, langkah paling ampuh adalah dengan melakukan deteksi dini yang melibatkan kolaborasi kuat antara lingkungan keluarga dan madrsah. "Keluarga dan madrasah adalah filter utama untuk mendeteksi perubahan perilaku sejak dini," tambahnya.
Sebagai putra daerah yang sukses meniti karier di Ibu Kota hingga mancanegara, M. Arskal mengajak siswa MAN 3 PK untuk berani bermimpi besar. Ia menekankan bahwa keberanian untuk keluar dari zona nyaman dan kemampuan membangun networking (jaringan) yang berkualitas adalah kunci untuk meraih beasiswa dan peluang global.
Menutup arahannya, M. Arskal Salim membahsas sedikit tentang "Kurikulum Berbasis Cinta". Ia percaya bahwa jika pendidikan dilandasi dengan Panca Cinta, maka transfer nilai-nilai kebaikan dan ilmu pengetahuan akan jauh lebih efektif dan mendalam bagi karakter murid.
Kegiatan ditutup dengan Foto bersama seluruh peserta.
Penulis / editor : Tim HumasM3M
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!