Wujudkan Kantin Sehat Berbasis Digital dan Zero Waste, MAN 3 Kota Makassar Siap Jadi Inspirasi
MAN 3 Kota Makassar terus melakukan langkah strategis untuk meningkatkan standar lingkungan belajar, kali ini berfokus pada kesehatan dan gaya hidup murid. Bertempat di ruang rapat madrasah, MAN 3 melaksanakan rapat koordinasi yang dihadiri oleh tujuh pengelola kantin, bertujuan menetapkan standar baru yang lebih ketat untuk Kantin Sehat.
HumasM3M - MAN 3 Kota Makassar terus melakukan langkah strategis untuk meningkatkan standar lingkungan belajar, kali ini berfokus pada kesehatan dan gaya hidup murid. Bertempat di ruang rapat madrasah, MAN 3 melaksanakan rapat koordinasi yang dihadiri oleh tujuh pengelola kantin, bertujuan menetapkan standar baru yang lebih ketat untuk Kantin Sehat.
Acara ini dibuka oleh Wakamad Humas, M. Ansharuddin Y., dan diikuti langsung oleh Kepala MAN 3 Kota Makassar, H. Zulfikah Nur, untuk memberikan arahan strategis transformasi manajemen kantin.
Sesuai dengan visi besar madrasah, Kamad MAN 3 resmi memperkenalkan PJAS (Penyedia Jajanan Aman dan Sehat) sebagai slogan dan prinsip utama Kantin Sehat MAN 3 Kota Makassar. Slogan ini bukan sekadar kata-kata, melainkan janji kualitas layanan bagi seluruh warga madrasah.
Setiap pengelola kantin diinstruksikan untuk menjalankan Standard Operating Procedure (SOP) baru yang mencakup standarisasi, sertifikasi Halal, dan penggunaan bahan-bahan yang sepenuhnya aman dari zat berbahaya.
"Manajemen kantin harus berubah menjadi lebih profesional dan bertanggung jawab. Sesuai prinsip PJAS, produk yang digunakan dan dijual diwajibkan bebas dari formalin, pengawet, maupun pewarna buatan. Ke depannya, tim BPOM akan diundang untuk melakukan penelitian langsung guna memastikan keamanan pangan bagi seluruh murid," tegas Kamad H. Zulfikah Nur dalam arahannya.
Transformasi ini tidak hanya menyangkut kesehatan fisik, tetapi juga aspek modernitas dan edukasi. MAN 3 berencana membekali setiap kantin dengan sistem pembayaran Barcode (QRIS) untuk transaksi online.
Langkah ini bertujuan untuk mendidik murid tentang transaksi nontunai (cashless). Selain praktis, penggunaan sistem nontunai bertujuan menjaga higienitas, mengingat uang tunai fisik seringkali menjadi media penyebaran berbagai jenis virus.
Terakhir, Kamad MAN 3 memimpikan kantin yang bukan sekadar tempat makan, melainkan ruang yang berkarakter, bertema, dan memiliki nilai edukasi.
"Kita desain Kantin Sehat MAN 3 menjadi klasik atau modern, harus memiliki tema khas yang menunjukkan perbedaan dari kantin pada umumnya," tambah H. Zulfikah Nur. Ia berharap pada rapat selanjutnya, para pengelola sudah dapat mempresentasikan desain profesional.
Dengan komitmen menyeluruh ini, MAN 3 Kota Makassar optimistis bahwa Kantin Sehat dengan semangat PJAS akan menjadi pilot project dan sumber inspirasi bagi madrasah maupun sekolah lain di seluruh Indonesia.
Acara ini dibuka oleh Wakamad Humas, M. Ansharuddin Y., dan diikuti langsung oleh Kepala MAN 3 Kota Makassar, H. Zulfikah Nur, untuk memberikan arahan strategis transformasi manajemen kantin.
Sesuai dengan visi besar madrasah, Kamad MAN 3 resmi memperkenalkan PJAS (Penyedia Jajanan Aman dan Sehat) sebagai slogan dan prinsip utama Kantin Sehat MAN 3 Kota Makassar. Slogan ini bukan sekadar kata-kata, melainkan janji kualitas layanan bagi seluruh warga madrasah.
Setiap pengelola kantin diinstruksikan untuk menjalankan Standard Operating Procedure (SOP) baru yang mencakup standarisasi, sertifikasi Halal, dan penggunaan bahan-bahan yang sepenuhnya aman dari zat berbahaya.
"Manajemen kantin harus berubah menjadi lebih profesional dan bertanggung jawab. Sesuai prinsip PJAS, produk yang digunakan dan dijual diwajibkan bebas dari formalin, pengawet, maupun pewarna buatan. Ke depannya, tim BPOM akan diundang untuk melakukan penelitian langsung guna memastikan keamanan pangan bagi seluruh murid," tegas Kamad H. Zulfikah Nur dalam arahannya.
Transformasi ini tidak hanya menyangkut kesehatan fisik, tetapi juga aspek modernitas dan edukasi. MAN 3 berencana membekali setiap kantin dengan sistem pembayaran Barcode (QRIS) untuk transaksi online.
Langkah ini bertujuan untuk mendidik murid tentang transaksi nontunai (cashless). Selain praktis, penggunaan sistem nontunai bertujuan menjaga higienitas, mengingat uang tunai fisik seringkali menjadi media penyebaran berbagai jenis virus.
Terakhir, Kamad MAN 3 memimpikan kantin yang bukan sekadar tempat makan, melainkan ruang yang berkarakter, bertema, dan memiliki nilai edukasi.
"Kita desain Kantin Sehat MAN 3 menjadi klasik atau modern, harus memiliki tema khas yang menunjukkan perbedaan dari kantin pada umumnya," tambah H. Zulfikah Nur. Ia berharap pada rapat selanjutnya, para pengelola sudah dapat mempresentasikan desain profesional.
Dengan komitmen menyeluruh ini, MAN 3 Kota Makassar optimistis bahwa Kantin Sehat dengan semangat PJAS akan menjadi pilot project dan sumber inspirasi bagi madrasah maupun sekolah lain di seluruh Indonesia.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!