Kegiatan 24 Feb 2026 10 views

Gema Ramadan MAN 3 Kota Makassar Hari Kedua: Menyeimbangkan Kecanggihan AI Dengan Kecerdasan Spiritual

Pelaksanaan Gema Ramadan di MAN 3 Kota Makassar memasuki hari kedua dengan antusiasme yang tinggi dari seluruh warga madrasah. Sejak pagi hari, suasana khidmat menyelimuti lingkungan madrsah saat seluruh murid diarahkan untuk memulai rangkaian agenda dengan pendekatan spiritual yang tertib.

Gema Ramadan MAN 3 Kota Makassar Hari Kedua: Menyeimbangkan Kecanggihan AI Dengan Kecerdasan Spiritual
HumasM3M - Memasuki hari kedua pelaksanaan Gema Ramadan, suasana di lingkungan MAN 3 Kota Makassar tampak semakin semarak dan penuh kekhusyukan. Sejak pagi hari, seluruh murid telah diarahkan untuk memulai rangkaian agenda dengan pendekatan spiritual yang tertib. Murid laki-laki memusatkan aktivitas ibadah di masjid madrasah, sementara murid perempuan menempati ruangan aula untuk melaksanakan Sholat Dhuha berjamaah dan tadarus Al-Qur'an secara bersama-sama.

Kegiatan Gema Ramadan tahun ini tidak hanya sekadar rutinitas ibadah, namun juga dirancang sebagai wadah pengayaan wawasan bagi para murid. Panitia secara khusus menghadirkan materi-materi umum yang berkaitan erat dengan keagamaan dan perkembangan teknologi terkini. Langkah ini diambil agar para murid memiliki bekal yang relevan dalam menghadapi tantangan zaman, dengan menghadirkan para pemateri yang dipilih berdasarkan keterampilan dan pengetahuan mendalam di bidangnya.

Sesi materi pertama mengangkat topik menarik mengenai perbandingan antara teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan spiritual intelligence. Di hadapan murid laki-laki yang berkumpul di masjid, Ahmad Syahruddin Azis memaparkan bagaimana teknologi AI mulai mendominasi berbagai lini kehidupan, namun tetap tidak dapat menggantikan peran kecerdasan spiritual. Pada waktu yang bersamaan di ruang aula, materi serupa juga disampaikan oleh H. Hamzah ki Baderan di hadapan para murid perempuan, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan zaman dengan keteguhan iman.

Berlanjut pada sesi kedua, para murid diajak untuk lebih mendalami aspek praktis melalui materi brainstorming mengenai pemanfaatan AI dengan baik dan bijak. Di ruang aula, Fazham Fadhil memberikan arahan kepada para murid mengenai cara mengoptimalkan teknologi tersebut untuk menunjang kreativitas dan efektivitas belajar. Sementara itu, di Masjid MAN 3, Faizah Nurfakhriyah G. membawakan materi yang sama kepada para murid lainnya. Melalui rangkaian integrasi ilmu ini, MAN 3 Kota Makassar berharap para murid mampu tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga memiliki nalar kritis dan fondasi spiritual yang kokoh.

Ketua Panitia, Fathul Mun Zainuddin, besar harapannya agar para murid tidak hanya sekadar mengenal AI sebagai alat bantu, namun memiliki kecerdasan spiritual untuk memanfaatkannya secara etis dan bertanggung jawab. Dengan bekal brainstorming dan pemahaman yang tepat, diharapkan para murid MAN 3 Kota Makassar tumbuh menjadi pribadi yang adaptif terhadap perubahan zaman namun tetap teguh memegang teguh nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!